20 Nov 2024 Bidang Kesejahteraan 1 views

Perjuangkan Nasib Imam, IPIM Kalbar Dorong Pemda Realisasikan Insentif dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Kesejahteraan Imam Masjid menjadi isu sentral yang terus diperjuangkan oleh PW IPIM Kalbar. Dalam RDP dengan Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Barat, IPIM Kalbar menyuarakan pentingnya alokasi anggaran khusus untuk insentif bulanan dan jaminan sosial bagi para imam masjid.

PONTIANAK – Kesejahteraan Imam Masjid menjadi isu sentral yang terus diperjuangkan oleh Pimpinan Wilayah IPIM Kalimantan Barat. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Barat baru-baru ini, IPIM Kalbar secara tegas menyuarakan pentingnya alokasi anggaran khusus untuk insentif bulanan dan jaminan sosial bagi para imam masjid.

Ketua Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan IPIM Kalbar, H. Mus Mulyadi, M.Pd.I, memaparkan data bahwa masih banyak imam masjid, khususnya di wilayah pedesaan, yang mengabdi tanpa mendapatkan apresiasi finansial yang layak. "Mereka menjaga gawang akidah umat 24 jam, namun nasib ekonomi keluarganya sering terlupakan. Kami mendorong Pemprov Kalbar agar memberikan payung hukum untuk insentif imam," tegas Mus Mulyadi.

Selain insentif, IPIM juga menyoroti pentingnya perlindungan kerja melalui BPJS Ketenagakerjaan. Profesi imam memiliki risiko sosial, terutama bagi mereka yang harus menempuh perjalanan jauh untuk memimpin sholat subuh atau kegiatan dakwah malam hari. "Kami menargetkan minimal pengurus masjid raya dan masjid agung di setiap kabupaten sudah tercover jaminan kecelakaan kerja dan kematian," tambahnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua Umum IPIM Kalbar, H. Muammar Khadafi, Lc., menyatakan bahwa pihaknya siap menyuplai data valid by name by address para imam yang layak menerima bantuan. "Kami sedang merampungkan database digital. Jangan sampai bantuan salah sasaran. Imam yang benar-benar full time mengurus umat harus diprioritaskan," ujar Muammar.

Langkah advokasi ini mendapat dukungan luas dari para ulama. Diharapkan pada tahun anggaran mendatang, kesejahteraan para 'Penjaga Mihrab' ini dapat lebih terjamin, sehingga mereka bisa fokus membimbing umat tanpa terbebani himpitan ekonomi.

Dilihat 1 kali